seputaran sultra.Com- Bombana. Sebagai salah satu pilar kekuatan sipil diluar sistem pemerintahan, kita semua telah berupaya maksimal baik dengan komunikasi maupun gerakan untuk memperjuangkan bagaimana infrastruktur jalan di Pulau Kabaena dapat menjadi atensi prioritas nomor Wahid.
Sampai detik ini pun, kita terus mendorong agar kebijakan anggaran khususnya yang akan dialokasikan untuk Kabaena bagaimana agar fokus untuk pembenahan jalan.
Bukan menafikan program lain, seperti pengadaan bibit kopi yang konon ada diangka 200jt disetiap kecamatan untuk 2022 ini—sementara “semangat” kopi ini sudah merogoh kocek APBDP 2021 Bombana sebesar 2 Milyar dan terus dianggarkan kembali di APBD 2022 dengan nilai yang cukup fantastis 8,9Milyar di Dinas Pertanian—-tidak cukup sampai disitu, “spirit” pengadaan bibit kopi ini juga kembali dianggarkan 200Jt per Kecamatan mines Masaloka, artinya dari 22 Kecamatan di Wonua Bombana ada 21 Kecamatan yang menggelontorkan dana untuk bibit minuman warna “hitam” ini.—yah tentu saja termasuk 6 kecamatan di Kabaena. 
Pengadaan bibit kopi ini terlihat seperti program unggulan kejar target yang sangat prioritas sehingga untuk mensukseskannya harus “dikeroyok” oleh Dinas Pertanian dan Kecamatan. Terlihat seperti akan ada kemungkinan tumpang tindih program di lapangan jika tidak teliti. Tentu Dinas Pertanian lebih kualifaid untuk urusan ini, apalagi secara teknis mereka pasti hebat secara SDM, kelompok tani dan CPCL juga adalah domain “menu” kerja mereka secara institusi. Lantas bagaimana dengan di Kecamatan? Apakah pengadaan bibit ini hanya cukup sampai pada bagaimana anggaran itu terserap dengan menghadirkan bibit dari penyedia yang ditunjuk/pemenang tender? Entah mau ditanam atau tidak? Entah mau tumbuh atau mati? 
Tapi sudahlah, mari berpikir sukses dan positif.
Insya Allah 3 tahun ke depan Kabupaten Bombana akan menjadi pusat penghasil bahkan eksportir kopi.
Tentu saya berharap, nanti bisa menikmati asyiknya secangkir kopi Bombana sambil melihat jalan di Kabaena mulus.
Cukup hutan dan gunung Kabaena yang rusak dan rata dengan dalih investasi berizin. 
Tentu bakan hal salah kalau kita minta dan mendesak agar jalan di Kabaena dimuluskan, toh semua juga senang dan akan menikmati jika berkunjung ke pulau mungil penghasil nikel itu.
Kendari, 5 Januari 2022
MUH. ARHAM
Direktur Eksekutif LKPD SULTRA
Ketua DPD KNPI BOMBANA



