Liputan seputaran sultra.com
Konawe Selatan- Wisata Permandian Air Laut Desa Torobulu Yang Baru saja di resmikan oleh Bupati Konawe Selatan H. surunuddin Dangga St,.MM Pada Bulan Januari 2022 Lalu Tentu Menjadi Kado Terbaik untuk seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara,Terkhusus Masyarakat Kabupaten Konawe Selatan Apalagi para wisatawan
Wisata yang di beri nama gelora beach itu banyak memberikan keindahan alam ketika kita Mengunjunginya Mulai dari pasir putihnya pepohonan yang tinggi bahkan bebatuan yang masih tersusun rapi siap memanjakan pengunjung jika berada di lokasi
Namun menjelang lebaran idul adha ini muncul dua kelompok yang saling mengkalim lahan di sekitar Permandian desa Torobulu
Melalui mediasi yang di fasilitasi oleh Kapolsek Lainea kedua belah pihak sepakat Lebih baik tidak ada kegiatan di atas tanah yang menjadi objek Claim itu (status Kuo) Sebelum pihak Badang Pertanahan Nasional Turun melakukan pengukuran di lahan sekitar wisata Permandian desa torobulu
Kapolsek Lainea Pradifta Dhanan Jaya. P., S.I.K yang di temui awak media ini membenarkan hal itu pihaknya mengatakan Awalnya di sepakati bersama untuk tidak melaksanakan kegiatan di atas tanah yang menjadi objek claim itu dan bahkan meminta bantuan kepada kepolisian untuk polisi line dan membuat pengumuman agar wisata Permandian desa Torobulu ditutup sementara. Ucap Kapolsek lainea
Lanjut “tetapi apabila ada masyarakat Lokal berkeinginan besar untuk menikmati wisata Permandian desa torobulu saya minta masing pihak untuk menurunkan egonya jadi dsitu tidak ada kepentingan dari kedua belah pihak mulai dari retribusi masuk dan jasa parkir di gratis kan ”
Tambahnya ” namun proses penutupan ini tidak berlangsung lama jika Dinas BPN Kabupaten Konawe Selatan sudah turun melakukan pengukuran di lahan sekitar wisata Permandian desa torobulu itu, maka wisata tersebut akan kembali aktif seperti Semula”
Di konfirmasi terpisah Haerudin selaku perwakilan keluarga ibu Habiba mengatakan
Kami Sangat mendukung keputusan untuk menutup sementara wisata Permandian desa torobulu karena selama belum ada kepastian dari BPN Kab. Konsel soal batas-batas tanah tersebut maka itu akan merugikan kami



