Kabaena, SEPUTARANSULTRA.COM – Semarak bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah turut dirasakan dengan suka cita di Desa Pongkalaero, Kecamatan Kabaena Selatan, Kabupaten Bombana. Hal ini tidak lepas dari inisiatif Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Halu Oleo (UHO) Batch I Tahun 2026 yang menyelenggarakan Lomba Adzan tingkat Sekolah Dasar (SD).
Kegiatan religius yang kental dengan nuansa Islami ini dilaksanakan di Masjid Nurul Yaqin, Desa Pongkalaero, pada hari Rabu (25/02/2026). Perlombaan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian nyata para mahasiswa KKN dalam membina karakter dan spiritualitas generasi muda di desa lokasi pengabdian mereka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, perlombaan ini secara khusus menyasar anak-anak usia Sekolah Dasar di lingkungan setempat. Tujuannya sangat jelas, yakni untuk meningkatkan kecintaan serta kecakapan keagamaan sejak dini, khususnya dalam melafalkan dan mengumandangkan panggilan salat dengan baik dan benar.

”Bentuk pengabdian nyata untuk meningkatkan kecintaan dan kecakapan keagamaan anak-anak SD di Desa Pongkalaero. Semarakkan Bulan Suci Ramadhan,” ungkap Rangga Riguna selaku Kordes Mahasiswa KKN di Desa Pongkalaero.
Tampak dari dokumentasi acara, antusiasme peserta sangat tinggi. Puluhan anak-anak yang rapi mengenakan busana muslim, sarung, dan kopiah terlihat bersemangat mengikuti rangkaian acara.
Mereka secara bergantian tampil di depan mimbar untuk menunjukkan kemampuan vokal dan pelafalan tajwid terbaik mereka di hadapan panitia dan jamaah masjid.
Acara ini dipandu dan diorganisir langsung oleh para mahasiswa KKN UHO yang bahu-membahu menyukseskan jalannya perlombaan.

Kegiatan seperti ini dinilai sangat efektif oleh masyarakat sekitar untuk mengisi waktu luang anak-anak di bulan puasa dengan aktivitas yang positif, produktif, dan sarat akan nilai edukasi agama.
Lomba Adzan ini semakin melengkapi rekam jejak program kerja KKN UHO di Desa Pongkalaero.
Sebelumnya, para agen perubahan dari kampus peradaban ini juga telah berkolaborasi dengan Pemdes meresmikan fasilitas insinerator pengolah sampah dan mengedukasi ibu-ibu PKK dalam pengolahan jamu tradisional.
(Tim Redaksi)







