Kabaena – Wajah tegang para pengendara mobil dan sepeda motor yang biasa melintas di Jembatan Sungai Lakambula, Kelurahan Teomokole, Kecamatan Kabaena, kini berganti senyum lega. Tak ada lagi lubang menganga yang mengancam keselamatan, tak ada lagi suara papan rapuh yang berderit ngeri saat diinjak ban kendaraan.
Pada hari Minggu (8/2/2026), jembatan yang menjadi urat nadi kehidupan warga Kabaena Selatan itu sudah kokoh kembali. Bukan karena proyek raksasa yang turun tiba-tiba, melainkan berkat keringat dan semangat kebersamaan warga yang tumpah ruah.

Minggu Pagi yang Berbeda
Minggu pagi 8/2/2026 , suasana di sekitar Sungai Lakambula tak seperti biasanya. Sejak pukul 07.00 pagi, puluhan warga sudah berkumpul. Mereka datang bukan untuk menonton, tapi untuk bekerja.
Mulai dari warga Kelurahan Teomokole, Kelurahan Rahampuu dan wilayah Kabaena lainnya, hingga aparat dari Polsek dan Koramil Kabaena, semuanya melebur jadi satu. Seragam dinas dan baju kaos warga basah oleh keringat yang sama. Mereka bahu-membahu membongkar lantai jembatan yang sudah lapuk dan menggantinya dengan papan kayu baru yang tebal dan kuat.

Aksi ini menjadi jawaban atas keresahan yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. Warga membuktikan, jika menunggu birokrasi terasa lama, maka tangan merekalah yang akan bergerak lebih dulu.
Suara Hati Tokoh Muda
Rasman (45), salah satu tokoh pemuda Kelurahan Teomokole yang turut kegiatan ini
menyampaikan harapannya terkait terlaksananya renovasi jembatan Lakambula ini
“Terima kasih sebesar-besarnya untuk semua pihak tanpa terkecuali telah menyumbangkan tenaga dan pikirannya. Ini bukti kalau kita kompak, masalah seberat apa pun bisa selesai,” tambahnya.
Harapan untuk Masa Depan
Kini, Jembatan Lakambula sudah siap kembali menopang aktivitas warga, mulai dari anak sekolah, pedagang, hingga kendaraan logistik perusahaan yang kerap melintas di sana.
Meski demikian, besar harapan warga agar kondisi jembatan ini terus diperhatikan. Jangan sampai menunggu “lubang maut” muncul lagi baru ada pergerakan. Karena bagi warga Teomokole dan di Selatan Kabaena, jembatan ini adalah nyawa ekonomi mereka. Panjang umur gotong royong, salut untuk warga Kabaena! (redaksi)







