Menu

Mode Gelap

Daerah · 10 Feb 2026 13:27 WITA ·

Cerita Jembatan Lakambula yang ‘Disulap’ Warga dan Aparat Lewat Gotong Royong


 Cerita Jembatan Lakambula yang ‘Disulap’ Warga dan Aparat Lewat Gotong Royong Perbesar

Kabaena – Wajah tegang para pengendara mobil dan sepeda motor yang biasa melintas di Jembatan Sungai Lakambula, Kelurahan Teomokole, Kecamatan Kabaena, kini berganti senyum lega. Tak ada lagi lubang menganga yang mengancam keselamatan, tak ada lagi suara papan rapuh yang berderit ngeri saat diinjak ban kendaraan.

Pada hari Minggu (8/2/2026), jembatan yang menjadi urat nadi kehidupan warga Kabaena Selatan itu sudah kokoh kembali. Bukan karena proyek raksasa yang turun tiba-tiba, melainkan berkat keringat dan semangat kebersamaan warga yang tumpah ruah.

Minggu Pagi yang Berbeda

Minggu pagi 8/2/2026 , suasana di sekitar Sungai Lakambula tak seperti biasanya. Sejak pukul 07.00 pagi, puluhan warga sudah berkumpul. Mereka datang bukan untuk menonton, tapi untuk bekerja.

Mulai dari warga Kelurahan Teomokole, Kelurahan Rahampuu dan wilayah Kabaena lainnya, hingga aparat dari Polsek dan Koramil Kabaena, semuanya melebur jadi satu. Seragam dinas dan baju kaos warga basah oleh keringat yang sama. Mereka bahu-membahu membongkar lantai jembatan yang sudah lapuk dan menggantinya dengan papan kayu baru yang tebal dan kuat.

Aksi ini menjadi jawaban atas keresahan yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. Warga membuktikan, jika menunggu birokrasi terasa lama, maka tangan merekalah yang akan bergerak lebih dulu.

Suara Hati Tokoh Muda

Rasman (45), salah satu tokoh pemuda Kelurahan Teomokole yang turut kegiatan ini
menyampaikan harapannya terkait terlaksananya renovasi jembatan Lakambula ini

“Terima kasih sebesar-besarnya untuk semua pihak tanpa terkecuali telah menyumbangkan tenaga dan pikirannya. Ini bukti kalau kita kompak, masalah seberat apa pun bisa selesai,” tambahnya.

Harapan untuk Masa Depan

Kini, Jembatan Lakambula sudah siap kembali menopang aktivitas warga, mulai dari anak sekolah, pedagang, hingga kendaraan logistik perusahaan yang kerap melintas di sana.

Meski demikian, besar harapan warga agar kondisi jembatan ini terus diperhatikan. Jangan sampai menunggu “lubang maut” muncul lagi baru ada pergerakan. Karena bagi warga Teomokole dan di Selatan Kabaena, jembatan ini adalah nyawa ekonomi mereka. Panjang umur gotong royong, salut untuk warga Kabaena! (redaksi)

Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Tim

Baca Lainnya

Mahasiswa KKN UHO Sukses Gelar Turnamen Badminton Puununu Cup

28 Februari 2026 - 19:29 WITA

Semarakkan Ramadhan 1447 H, Mahasiswa KKN UHO Gelar Lomba Adzan Tingkat SD di Desa Pongkalaero Pulau Kabaena

25 Februari 2026 - 22:04 WITA

Manfaatkan Potensi Lokal, Mahasiswa KKN UHO Gandeng PKK Pongkalaero Olah Rempah Jadi Jamu Tradisional

14 Februari 2026 - 22:26 WITA

Atasi Masalah Sampah, Pemdes Pongkalaero dan Mahasiswa KKN UHO Resmikan Insinerator Bersumber dari APBDes

13 Februari 2026 - 17:57 WITA

Jaelani Serahkan Bantuan Perikanan dan Pantau Pembangunan Kampung Nelayan di Busel

6 Desember 2025 - 20:48 WITA

Anggota DPR RI Jaelani Salurkan Bantuan Perikanan dan Perjuangkan Kampung Nelayan di Buton Tengah

6 Desember 2025 - 15:46 WITA

Trending di Daerah