Menu

Mode Gelap

Publik · 13 Feb 2026 17:57 WITA ·

Atasi Masalah Sampah, Pemdes Pongkalaero dan Mahasiswa KKN UHO Resmikan Insinerator Bersumber dari APBDes


 Atasi Masalah Sampah, Pemdes Pongkalaero dan Mahasiswa KKN UHO Resmikan Insinerator Bersumber dari APBDes Perbesar

KABAENA, SEPUTARANSULTRA.COM – Pemerintah Desa Pongkalaero menunjukkan komitmen serius dalam penanganan kebersihan lingkungan. Bekerja sama dengan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Halu Oleo (UHO), desa ini resmi mengoperasikan alat insinerator (pembakar sampah) sebagai solusi pengelolaan limbah rumah tangga.

Peresmian alat tersebut dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa Pongkalaero, Maswar Amdin, didampingi oleh Mahasiswa KKN Reguler Berdampak UHO Batch I Tahun 2026, bertempat di area Kantor Desa Pongkalaero, Kecamatan Kabaena Selatan, Kabupaten Bombana, pada Jum’at (13/02/2026).

Pj Kades Pongkalaero, Maswar Amdin, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pengolahan sampah ini murni dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat pemerintah desa terhadap kebutuhan masyarakat akan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Pembangunan alat insinerator ini merupakan salah satu program prioritas kami yang telah dialokasikan melalui APBDes. Kami ingin memastikan bahwa dana desa benar-benar dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat, khususnya dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi keluhan,” ungkap Maswar usai peresmian.

Maswar juga menambahkan bahwa peran mahasiswa KKN UHO sangat vital dalam proses realisasi program ini. Mahasiswa tidak hanya membantu dalam proses teknis dan perencanaan, tetapi juga memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya pemilahan sampah sebelum dibakar.

“Kolaborasi dengan adik-adik mahasiswa KKN ini menghasilkan output yang nyata. APBDes memfasilitasi pendanaannya, dan mahasiswa membantu eksekusi,” tambahnya.

Kehadiran insinerator ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah secara signifikan di Desa Pongkalaero, sehingga tidak ada lagi tumpukan sampah liar yang dapat menjadi sumber penyakit.

Peresmian ditutup dengan pengecekan alat dan foto bersama di depan instalasi insinerator. Semangat gotong royong antara pemerintah desa dan akademisi ini diharapkan menjadi contoh baik bagi pengelolaan dana desa yang tepat sasaran di wilayah Kabupaten Bombana. (Tim Redaksi)

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Tim

Baca Lainnya

Manfaatkan Potensi Lokal, Mahasiswa KKN UHO Gandeng PKK Pongkalaero Olah Rempah Jadi Jamu Tradisional

14 Februari 2026 - 22:26 WITA

Cerita Jembatan Lakambula yang ‘Disulap’ Warga dan Aparat Lewat Gotong Royong

10 Februari 2026 - 13:27 WITA

Sosialisasi Gemarikan, Jaelani Dorong Peningkatan Gizi dan Kesejahteraan Nelayan di Muna

8 Oktober 2025 - 22:54 WITA

Rumah Aspirasi Bang Jay Gagas Pertanian Alami Berbasis Kearifan Lokal di Muna Barat

3 Februari 2025 - 00:32 WITA

Refleksi Akhir tahun 2024: Pemuda Mitra pemerintah dalam mengawal pembangunan daerah

28 Desember 2024 - 18:12 WITA

Menuju Masa Depan Berkelanjutan: Strategi Diversifikasi untuk Pekerja Lokal Tambang Nikel Kabaena

22 Desember 2024 - 06:03 WITA

Trending di News