Kabaena – Malang nian warga Desa Puununu, Kecamatan Kabaena Selatan, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra). Hujan deras selama sejam, mengakibatkan banjir lumpur di rumahnya.
Johan Nur, salah seorang warga mengatakan bahwa banjir lumpur yang masuk ke dalam rumahnya akibat dari hujan deras.
“Awalnya rintik-rintik, kemudian hujan deras sekitar satu jam mulai pukul tiga dini hari lalu banjir datang. Airnya dari gunung,” terangnya, Kamis (2/2/2023).
Sejak semalam, warga kebanjiran dan baru bisa mulai membersihkan rumah pada pagi hari tadi.
Dikatakannya pula, kondisi lantai tegel rumahnya rusak parah akibat banjir lumpur ini.
“Rumah penuh lumpur dari teras rumah sampai dapur , kejadian banjir seperti yg bercampur lumpur baru kali ini terjadi,” tukasnya.

Lumpur Memenuhi Rumah warga di Desa Puununu.
Dimulainya aktifitas pertambangan Nikel di Hutan Watalara Desa Puununu ditengarai menjadi penyebab banjir lumpur yang dirasakan warga desa.
Abdul Jabar, salah seorang tokoh pemuda setempat menyatakan bahwa kejadian banjir lumpur masuk ke pemukiman warga desa merupakan yang pertama, sejak dimulainya aktifitas pertambangan Nikel di desa.
“Pihak perusahaan tambang seyogyanya lebih memperhatikan dampak lingkungan dari aktifitas membongkar hutan di Desa Puununu,” sesalnya.
Ia berharap aktivitas penambangan harus sesuai prosedur, supaya tidak meninggalkan dampak besar bagi masyarakat, apalagi kawasan penambangan jaraknya dekat dengan pemukiman warga.
Selain itu, pihaknya meminta Pemda Bombana turun tangan, jika tidak warga akan terus menerus menjadi korban. Karena banjir sudah menjadi konsumsi setiap tahunnya jika musim penghujan.
Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana merupakan salah satu daerah di Indonesia yang merupakan penghasil Nikel dan menjadi salah satu pulau surga investasi yang juga digaungkan beberapa bulan lalu oleh Pejabat (Pj) Bupati Bombana.(red)







